Tampilkan postingan dengan label renang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renang. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

tehnik renang

Ada beraneka ragam gaya berenang yang bisa Anda praktikkan sbg pemula, salah nya ialah berenang gaya bebas. Renang gaya bebas benar-benar ditujukan buat banyak pemula yang pingin belajar berenang tiada terikat oleh tehnik tehnik spesifik. Butuh kesabaran serta ketekunan agar bisa mahir dalam berenang serta dibawah ini merupakan anjuran yang bisa Anda aplikasikan buat belajar berenang dengan gaya bebas. Tehnik berenang dengan gaya bebas sanggup dibagi jadi 3 sisi yakni gerakan kaki, gerakan tangan serta gerakan gabungan tangan, kaki serta mengambil nafas. Dibawah ini bakal diterangkan tiap-tiap tehnik buat mendalami berenang dengan gaya bebas.

Tehnik buat lakukan berenang dengan gaya bebas


  1. Gerakan kaki. Pelajaran pertama yang perlu dipraktikkan merupakan menggerakkan kaki ke arah atas serta bawah seperti jalan kaki dengan cara bertukaran. Dalam gerakan ini, kaki serta paha kudu dalam posisi lurus serta lutut tak bisa ditekuk. Ulangilah gerakan ini dengan cara berulang-ulang sbg basic buat berenang dengan gaya bebas.
  2. Gerakan tangan. Gerakan pada tangan ini dibagi jadi 5 category. Category pertama yakni posisi awal di mana posisikan ke dua tangan lurus diatas kepala. Upayakan telapak tangan dalam posisi berdekatan akan tetapi tak hingga melekat. Sesudah posisi ke dua tangan udah diatas kepala, tarik tangan kiri Anda ke bawah hingga ke belakang. Lantas, angkat tangan kiri keluar dari permukaan air. Dalam posisi ini, ayunkan tangan kiri itu ke depan sejauh bisa saja yang Anda dapat. Kala tangan kiri diangkat dari permukaan air, gerakkan tangan kanan Anda ke bawah hingga belakang maka bakal ada gilirian pada tangan kiri ke atas serta tangan kanan ke bawah etc.
  3. Jari-jari tangan. Jangan sempat Anda buka jari-jari tangan Anda, dikarenakan hal tersebut bakal kurangi gaya dorong yang timbul. Yang benar, rapatkanlah kedua-duanya, kala tangan Anda lakukan kayuhan serta ekstensi. Salah satu kala di mana Anda tak kudu mengerjakannya merupakan kala tangan Anda lakukan recovery.
  4. Tehnik berenang gaya bebas yang seterusnya merupakan gerakan gabungan tangan, kaki serta mengambil nafas. Pengambilan nafas ini dilaksanakan kala tangan kiri Anda ayunkan ke depan buat masuk ke dalam air kembali. Pada waktu ini, tangan kanan naik ke permukaan air. Gerakan itu diikuti dengan gerakan kepala ke kanan buat mengambil nafas diatas permukaan air. Gerakan pengambilan nafas ini sanggup Anda kerjakan seperti dengan kenyamanan Anda baik dengan menggerakkan kepala ke kiri atau kanan.
  5. Jalankan kayuhan dimulai dari kala selesainya ekstensi s/d tangan Anda melampaui segi paha Anda. Jangan sampai sekali-kali keluarkan tangan Anda saat sebelum tangan Anda menyentuh segi paha Anda, walaupun Anda kelelahan.


Tak hanya tehnik berenang gaya bebas diatas, Anda dapat juga mengaplikasikan sebagian panduan di bawah ini :
  1. Saat tengah mengambil nafas atau saat tengah lakukan gerakan lain, upayakan kaki Anda untuk selalu bergerak. Tak hanya kaki yang selalu bergerak, tangan kanan serta kiri juga upayakan untuk selalu bergerak dengan cara bertukaran.
  2. Lalu, waktu mengambil nafas, gerakkan kepala Anda kembali ke dalam air dengan cara cepat serta tak perlu menanti gerakan tangan kanan atau kiri hingga usai.
  3. Paling akhir, untuk mempercepat gerakan berenang gaya bebas dianjurkan untuk mengambil nafas sesudah 2 atau 3 kali gerakan tangan.

cara renang

Cara Mudah Belajar Berenang di Usia Dewasa

OPINI | 30 December 2013 | 06:40 Dibaca: 6268   Komentar: 24   12
Renang konon dikatakan sebagai salah satu olahraga yang baik karena berenang membuat nyaris semua otot bergerak baik otot tangan dan kaki. Olahraga berenang mempunyai resiko cidera otot dan tulang yang rendah dibandingkan olahraga lain karena air itu sendiri memberikan resistansi agar otot dan tulang tidak ditarik secara keras dan tiba-tiba. Otot perenang lebih elastis dan lentur karena gerakan renang bisa dilakukan dengan rileks dengan tarikan minimal. Berenang juga bahkan aman dilakukan oleh wanita hamil, orang berumur lanjut, dan bahkan orang yang lumpuh karena stroke.
Berenang juga melatih emosi dan ketenangan perenang. Perenang yang merasa takut berada di kolam dalam maka dadanya sulit untuk berkontraksi maksimal guna menghirup udara yang banyak. Perenang harus melatih ketenangan diri di kolam agar tarikan nafasnya normal terutama bagi yang menekankan berenang pada durasi waktu panjang (marathon) dan bukan pada kecepatan waktu tempuh (sprint).
Berenang sebaiknya mulai dipelajari sejak usia dini. Koordinasi tangan, kaki, dan mulut untuk mengambil napas akan lebih mudah dilatih di usia dini dari pada di usia dewasa. Bahkan seorang bayi yang belum bisa berjalanpun bisa dilatih berenang karena tidak diperlukan keseimbangan tubuh seperti waktu berjalan.
Berenang bisa dilakukan sendiri dan bisa dilakukan kapan saja, bahkan di saat cuaca hujan. Beberapa kolam melarang pengguna untuk berenang disaat hujan karena kuatir disambar petir, meskipun alasan ini sangat mengada-ada karena petir selalu menyambar tempat yang lebih tinggi sedangkan kolam biasanya bukan di tempat tertinggi di radius 40-50 meter. Kecuali kalau kolam yang terdapat di puncak gedung seperti kolam perahu di hotel Marina Bay Sand Singapore.
Belajar berenang di usia dewasa lebih sulit, sehingga disarankan untuk melatih gerakan secara terpisah dan bukan sekaligus melakukannya. Orang dewasa yang belajar berenang bukan dengan cara dipegang kemudian menggerakkan tangan dan kaki untuk bergerak maju di air seperti cara belajar berenang pada anak-anak dimana gerakan dan nafas dilatih bersamaan. Belajar berenang di usia dewasa adalah dengan cara melatih koordinasi nafas lebih dahulu baru kemudian koordinasi gerakan.
Melatih koordinasi nafas pertama-tama adalah dengan berdiri vertikal di kolam dan kemudian memasukkan kepala ke dalam air dengan cara menurunkan tubuh baik dengan membungkuk atau duduk didalam kolam sehingga kepala berada di dalam air dan kemudian mengeluarkan kembali kepala dari air dan dilakukan secara berulang-ulang. Ketika kepala dalam air, harus membuang nafas lewat mulut dan hidung dan ketika kepala keluar dari air harus menarik nafas secara penuh dengan menggunakan mulut sehingga dada penuh dengan udara. Gerakan ini dilatih berulang sampai lancar sehingga tubuh secara refleks akan membuang nafas ketika dalam air dan menarik nafas ketika kepala muncur dari dalam air.
Setelah berlatih koordinasi nafas secara vertikal lancar dilakukan maka sekarang masuk ke tahapan melatih koordinasi nafas secara horizontal yaitu dalam posisi tubuh melayang horizontal dalam air. Untuk ini latihan pertama dilakukan dengan berpegangan pada bibir kolam dan berikutnya tanpa berpegangan di bibir kolam. Untuk latihan pertama, sambil memegang bibir kolam kaki diangkat ke atas sehingga tubuh horizontal di atas permukaan air.  Kepala dan leher dimasukkan kedalam air untuk membuang nafas dan kemudian kepala diangkat sampai mulut muncul dari permukaan air untuk menarik nafas sambil kaki tetap melayang secara horizontal. Setelah menarik nafas kepala kembali ditekan kedalam air dan membuang nafas didalam air. Gerakan ini berulang-ulang dilakukan dengan tubuh posisi horizontal dan ujung tangan berpegangan pada bibir kolam atau bisa juga berpegangan pada papan pelampung. Setelah lancar dengan pegangan di bibir kolam maka langkah berikutnya adalah dengan tanpa berpegangan di bibir kolam dengan pola yang sama dimana tangan dan kaki memanjang horizontal.
Jika ini sudah bisa dilakukan, yaitu sudah bisa melayang dalam air dengan koordinasi gerakan nafas meskipun tangan dan kaki belum digerakkan kecuali untuk menekan ke air agar kepala terangkat ke permukaan air, maka secara teknis orang sudah dikatakan bisa berenang meskipun belum bergerak maju. Artinya jika sudah bisa terapung diatas air selama beberapa waktu tanpa menapak ke dasar kolam, bernafas dengan normal dan tidak menahan nafas, mulut bisa menarik dan membuang nafas ketika diatas dan dibawah air maka sudah dikatakan bisa berenang. Langkah berikutnya adalah melatih gerakan dengan gerakan yang paling mudah dengan gaya dada sambil tetap menjaga koordinasi nafas yang sudah terlatih.
Tidak mudah memang belajar berenang bagi yang sudah dewasa dengan hanya membaca petunjuk ini. Meskipun demikian prinsip dasarnya adalah sebaiknya melatih koordinasi nafas lebih dahulu dari pada koordinasi gerakan. Karena berlatih langsung keduanya akan sangat sulit dan membuat frustasi sehingga malah berhenti mencoba untuk belajar berenang.
Zombie Hand Set